Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran

Abdiguru.id – Pemanfaatan serta pengunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran erat kaitannya dengan pola atau gaya belajar yang dimiliki setiap siswa. Dalam proses pembelajaran terkadang ada siswa yang cepat paham namun ada pula sebaliknya yakni siswa yang butuh waktu lama untuk memahami sebuah materi. Setiap siswa belajar dengan kecepatannya masing-masing. Cara emproses informasi yang diperoleh tersebut dikenal dengan istilah gaya belajar. De Porter (2000:10) menyatakan bahwa gaya belajar adalah kombinasi cara seseorang dalam menyerap informasi, kemudian mengatur informasi, dan mengelola informasi tersebut menjadi bermakna. Terkait dengan gaya belajar tersebut guru hendaknya memahami perbedaan karakter yang dimiliki masing-masing siswanya.

Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran
Image by rawpixel.com

Pahami Karakter Setiap Anak

Dengan memahami karakter setiap siswa maka guru anak semakin mudah menentukan cara yang paling optimal diberikan dalam pembelajaran. Penentuan cara tersebut baik strategi, teknik, metode, maupun model pembelajaran yang digunakan haruslah memperhatikan gaya belajar yang dimiliki siswa. Proses pembelajaran tersebut haruslah meng-cover semua gaya belajar yang dimiliki siswa baik itu gaya belajar visual, suditorial, dan kinestetik. Salah satu alternative yang dapat digunekan untuk pembelajaran itu adalah memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran

Inovasi pembelajaran yang berbasis TIK merupakan kegiatan belajar mengajar dimana guru memanfaatkan TIK (seperti slide presentasi, video animasi, komputer dan lain-lain) dalam penyampaian bahan pelajaran yang disajikan kepada siswa. Pembelajaran yang memanfaatkan TIK juga mendukung teori konstruktivisme yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuan sendiri. Siswa merupakan subjek belajar yang aktif mencari dan mengolah informasi dari sumber belajar. Siswa juga secara langsung berinteraksi dengan sumber belajarnya baik itu guru, buku, lingkungan maupun sumber belajar lainnya. Dengan mendapatkan pengalaman secara langsung dari sumber belajar, ingatan siswa akan melekat lebih lama atau dengan kata lain disebut dengan belajar bermakna. Dimanfaatkannya TIK dalam pembelajaran dikatakan dapat mengakomodir ketiga gaya belajar yang dimiliki siswa. Sebenarnya, siswa memiliki ketiga gaya belajar tersebut, namun hanya satu yang menonjol (Rachmawati, 2015:21).

Gunakan Media dalam Pembelajaran

Bentuk media visual dalam TIK menurut Arsyad (2014:89) dapat berupa gambar representasi seperti gambar, lukisan atau foto, diagram, peta, grafik, table, maupun bagan yang dapat diproyeksikan melalui LCD proyektor ketika pembelajaran berlangsung di kelas. Selain itu, media visual juga dapat berupa e-book yang merupakan buku elektronik. Bentuk media visual ini dapat mengakomodir gaya belajar visual anak, dimana ia akan lebih cepat paham ketika materi ditampilkan karena ia lebih mengandalkan indera penglihatan dalam pembelajaran. Ketika siswa melihat langsung, maka ia akan lebih cepat paham. Selanjutnya bentuk media audio yakni dapat berupa rekaman suara maupun musik yang dapat ditampilkan denga pengeras suara (sound system) dari radio, tape recorder, handphone maupun melalui headset.

Pеmаnfааtаn TIK dаlаm реmbеlаjаrаn mеlірutі mеdіа
Image by rawpixel.com

Siswa yang memiliki gaya belajar auditorial cenderung akan lebih cepat paham akan materi ketika menggunakan bentuk dari media ini. Kemudian bentuk media audio visual bisa berupa gabungan antara media audio dan media visual, contohnya video pembelajaran, film animasi, slide presentai yang berisi suara dan lain sebagainya. Bentuk media ini jika dikaitkan dengan men-cover gaya belajar visual maupun audio visual karena di dalamnya terdapat gambar yang mengakomodir gaya belajar visual maupun suara yang mengakomodir gaya belajar auditorial. Bentuk media komputer merupakan gabungan ketiganya, yakni media visual, audio, maupun audio visual ada di dalamnya. Selain dapat mengakomodir gaya belajar visual maupun gaya belajar auditorial, media komputer ini juga dapat mengakomodir gaya belajar kinestetik karena sesuai dengan ciri-ciri yang dikemukakan oleh De Porter (2010:124) yaitu siswa belajar dengan melakukan, menunjuk tulisan saat membaca, dan menanggapi secara fisik.

Ketika siswa berhadapan dengan komputer, maka secara langsung ia akan berinteraksi dan melakukan sesuatu terhadapnya. Siswa akan belajar dengan menanggapi secara fisik komputer tersebut dan siswa yang bergaya belajar kinestik cenderung akan lebih cepat paham dengan media ini. Ketika belajar dengan komputer anak di beri ruang dan kebebasan untuk mengeksplorasi. Hal tersebut sesuai dengan pendapat teori konstruktivisme yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggali secara mandiri.

Pentingnya Kreatifitas Guru

Sebagai seorang guru, hendaknya kita akan mengakomodir semua gaya belajar yang dimiliki siswa dalam proses pembelajaran. Memang terlihat sangat merepotkan, namun apabila kita kreatif maka hal tersebut akan menjadi mudah. De Porter (2010:124) berpendapat bahwa semakin banyak modalitas gaya belajar yang kita libatkan secara bersama-sama, maka belajar akan semakin hidup, berarti, dan bisa melelekat. Bayangkan saja seperti saat kita tenggelam dalam film bagus dengan warna cerah, suara stereo, dan emosi penuh, sehingga melibatkan juga secara fisik. Dengan dilibatkannya semua gaya belajar dalam proses pembelajaran dikatakan akan membuat pembelajaran semakin bermakna, hal tersebut juga berdampak pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yakni hasil belajar baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik.

Men with creative ideas showing light bulb and brain icons

Penelitian mengenai gaya belajar dan pemanfaatan TIK telah banyak dilakukan oleh para peneliti dari berbagai kalangan. Adapun penelitian yang dilakukan olek Gilakjani (2011) yang penelitiannya berjudul “Visual, Auditory, Kinaesthetic Learning Styles and Their Impacts on English Language Teaching” menyatakan bahwa dari ketiga gaya belajar (visual, auditori, dan kinestetik), mahasiswa lebih cenderung pada gaya belajar visual sehingga bias diterapkan dalam proses belajar Bahasa Inggris di Universitas. Selain itu, penelitian Abidin (2011) yang berjudul “Learning Styles and Overall Academic Achievement in a Specific Educational System”. Juga menunjukkan bahwa beberapa gaya belajar secara signifikan dapat meningkatkan prestasi akademik siswa.

Disisi lain, peran TIK dalam pembelajaran juga telah banyak dibahas, salah satunya oleh Munir (2009) dalam jurnal yang berjudul “Kontribusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan di Era Globalisasi Pendidikan Indonesia”. Dari jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa kontribusi TIK dalam era globalisasi pendidikan dapat dipandang dari berbagai aspek, namun pada dasarnya TIK dapat memfasilitasi suatu proses pembelajaran.

Berdasarkan kajian beberapa teori dan bukti-bukti empiris di atas mengenai gaya belajar, pemanfaatan TIK dalam pembelajaran, serta kaitan antara pemanfaatan TIK dengan gaya belajar merupakan suatu yang saling terkait satu dengan yang lainnya. Pemanfaatan TIK dapat mengakomodir ketiga gaya belajar yang dimiliki oleh siswa. Gaya belajar visual dapat di-cover dengan media TIK dalam bentuk visual contohnya gambar, table, grafik, e-book, dsb. Sementara gaya belajar auditoorial dapat diakomodir dengan media TIK dalam bentuk media audio seperti rekaman suara maupun musik yang diperdengarkan melalui speaker, radio ataupun headset. Bentuk media audio visual dapat mengakomodir gaya belajar auditori maupun visual, contohnya melalui tayangan video, film, animasi, dan kartun yang dilengkapi dengan suara. Selain itu gaya belajar kinestetik dapat mengakomodir melalui media komputer.

Media komputer memungkinkan siswa untuk menggal sendiri dengan mencoba dan memanfaatkan beberapa anggota gerak tubuhnya sehingga siswa dengan gaya belajar ini cenderung akan cepat paham akan materi. Selain dapat mengakomodir gaya belajar kinestetik, media komputer juga dapat mengakomodir gaya belajar visual dan auditori. Pada prinsipnya, seperangkat alat yang kita sebut sebagai komputer terdapat tiga media tadi baik visual, audio, maupun audio visual. Media komputer tadi dapat di utak-atik langsung oleh siswa dan secara tidak langsung ketiga gaya belajar siswa ter-cover. Apabila semua gaya belajar dapat dilibatkan secara bersama-sama maka belajar akan semakin hidup, berarti dan melekat. Dalam kata lain, belajar akan semakin bermakna. Ketika siswa belajar bermakna maka ingatan akan lebih lama melekat dan semuanya akan bermuara pada hasil belajar siswa baik dari aspek kognitif, afektif, dan prikomotor.